Islam Forever

Sampaikanlah Walau Satu Ayat

Fakta Kamus Al-Munjid

Kamus Al-Munjid, kamus yang sangat terkenal dan hampir dipakai di seluruh pondok pesantren dan kampus islam dunia, disusun oleh dua orang pendeta katolik bernama Fr Louis Ma’luf Al-Yassu’i dan Fr Bernard Tottel Al-Yassu’i, yang dicetak, diterbitkan, dan didistribusikan oleh sebuah percetakan katolik sejak tahun 1908.
Penggunaan Kamus Al-Munjid yang sudah lama dan masih dipakai hingga kini bukanlah tanpa pertentangan. Sebagian ulama menganggap kamus tersebut merupakan bagian dari operasi para orientalis yang memiliki agenda tersembunyi terhadap dunia Islam.
‘Atsrat Al-Munjid Fi Al-Adabi Wa Al-‘Ulumi Wa A’lam (Prof. Ibrahim Al-Qhatthan, 644 halaman, terbit 1392 H) adalah kitab paling utama dalam mengkritisi kamus Al-Munjid.
Berikut adalah fakta-fakta yang terdapat pada kamus Al-Munjid
– Ketika memuat entri “Al-Qur’an” tidak pernah menyambungkannya dengan istilah “Al-Karim”
– Ketika memuat entri kitab suci Kristen dan Yahudi maka ditambahkan istilah “Al-Muqaddas”
– Ketika memuat entri “Nabi Muhammad” tidak pernah menambah gelar “Shalallahu ‘Alaihi Wassalam”
– Ketika memuat nama sahabat tidak pernah menambah “Radliyallahu ‘Anhu”
– Tidak ada kalimat Basmallah di atas setiap bab
– Basmallah adalah milik umat islam, namun dalam keterangannya tertulis “Bismi Al-Abi Wa Al-Ibni Wa Ruh Al-Qudsi (Dengan menyebut nama Tuhan Bapak, Tuhan Anak, dan Ruh Qudus) setelah itu baru ada entri “Bismillahirrahmanirrahim”
– Tidak membahas aqidah, namun membahas hal-hal yang bersifat penyimpangan-penyimpangan aqidah
– Tidak memuat tokoh Islam seperti Shahabat, Tabi’in, dan para ulama lainnya, namun banyak memuat tokoh-tokoh Kristen
– Tidak pernah merujuk pada sumber-sumber Islam yang asli, tetapi merujuk pada sumber-sumber Barat, seperti entri Ibadat, Joseph, Abraham dll
– Banyak kesalahan penulisan nama-nama tokoh dan kaitannya dengan sejarah
– Mengatakan bahwa daging babi itu sangat lezat
– Memuat gambar-gambar dan aneka lukisan yang berasal dari Barat yang sama sekali tidak berdasarkan kebenaran. Seperti gambar Nabi Isa dll. Bahkan ada sebuah gambar sepasang manusia dewasa telanjang yang tengah meringis, gambar itu dikatakan sebagai Adam dan Hawa
– Nabi Luth dan Sulaiman dikatakan bukan sebagai nabi, tetapi Lukman disebut nabi
– Nuh dikatakan sebagai “Manusia Taurat Pertama”
– Luth dikatakan sebagai “Keponakan Ibrahim”
– Sulaiman dikatakan sebagai “Raja” bukan Nabi
– Daud disebut sebagai pembunuh banyak lelaki untuk memperistri jandanya, padahal beliau telah memiliki istri sebanyak 100 orang
– Tidak terdapat kalimat “Firman Allah” tetapi sering menyebutnya “di dalam Al-Qur’an”
– Dll.

sumber: http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/10/16/qamus-al-munjid-kamus-arab-terpopuler-sedunia-ternyata-disusun-pendeta/